2024 OKU Timur Zero Stunting

RADAROKURAYA.COM, – Stunting sering dianggap sebagai faktor keturunan (genetik) sehingga banyak orangtua menerima dan tidak berbuat apapun untuk mencegahnya. Padahal, tinggi badan anak lebih dipengaruhi faktor selain genetik, yakni perilaku, gizi, lingkungan, dan pelayanan kesehatan.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten OKU Timur mengadakan Kegiatan Internalisasi Pengasuhan Balita dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten OKU Timur, Selasa 18 Oktober 2022 di Aula Bina Praja I Setda OKU Timur.

Sub Koordinator BKBA dan Lansia Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel Berdita, S.K.M., M.K.M. dalam sambutannya menjelaskan bahwa stunting itu bukan saja masalah kesehatan, karena stunting itu ada dua indikoator yaitu pertumbuhan dan perkembangan anak.

Baca Juga  Enos Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi DPRD OKU Timur

“Salah satu yang harus kita pikirkan adalah bagaimana perkembangan anak agar bisa dimonitor, mulai dari sebelum lahir sampai 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), karena fokus kita saat ini adalah dipencegahan” jelas Berdita.

Ke depannya, lanjut Berdita, fokus kita adalah untuk mencegah anak-anak Kabupaten OKU Timur, sehingga di masa yang akan datang SDM di sini akan menjadi SDM yang lebih unggul.

Sedangkan Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Adrian Helmi, S.K.M., M.M. menyampaikan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten OKU Timur telah mengalami penurunan, dimana pada tahun 2019 angka stunting sebanyak 1,57%, kemudian tahun 2020 turun menjadi 0,64% dan tahun 2021 menjadi 0,58%.

Baca Juga  Enos Buka Pelatihan Las dan Service Handphone Bagi Kelompok Usaha Baru

“Walaupun mengalami penurunan, namun kita semua harus bekerjasama untuk mengupayakan Kabupaten OKU Timur Tahun 2024 Zero Stunting” ungkapnya.

Adrian mengingatkan, agar semuanya diawali dengan hidup berencana, “Hindari 4 Terlalu, hamil terlalu muda, hamil terlalu tua, hamil terlalu sering dan hamil terlalu banyak” imbuh Adrian.

Sementara itu, Laporan pelaksana yang disampaikan Cikna, A.M.Kep. mengatakan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi ini dilaksanakan mulai tanggal 18-19 Oktober 2022 dan dikuti oleh peserta dari dua lokus kecamatan, yaitu Kecamatan Martapura dan Kecamatan Jayapura.

Diketahui, yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini adalah Ketua TP. PKK Kabupaten OKU Timur dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes. dan Widya Iswara Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel M. Jumliadi, M.Psi.

Baca Juga  Penilaian PKK KB-Kes Mendapat Dukungan Bupati, Ini Harapan Ketua TP PKK OKU Timur

Tim Diskominfo