Baturaja, Radar Oku Raya.Com,- Sebagai bentuk.dukungan pada program Ketahanan Pangan Nasional, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan ikut serta Panen Raya Jagung Serentak secara Nasional hari ini (27/9). yang dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dan dipusatkan di Kabupaten OKU Timur.
Kegiatan daring dimulai tepat pukul 10.30 WIB, dengan dihadiri oleh Waka Polres OKU Kompol Eryadi Yuswanto, S.H., M.H., Kabag SDM Polres OKU Kompol Alpian, S.E., M.M., serta pejabat-pejabat utama Polres OKU. Turut hadir di antaranya Kasat Binmas AKP Ujang Abdul Aziz, SE., Kapolsek se Oku, serta sejumlah personel Bhabinkamtibmas nampak Hadir pula Kapten Inf. Surasa Danramil 043/ 12 Baturaja mewakili Dandim 0403 / OKU.
Pada panen raya jagung nasional yang dipusatkan RT 01 RW 02, Lingkungan Tegal Arum, Kelurahan Sepancar Lawang Kulon, Kecamatan Baturaja Timur. Lahan panen mencapai sekitar 2,5 hektare, dengan estimasi hasil panen mencapai 15 ton jagung. Varietas tanaman yang digunakan adalah Biji 18 dan Pioner, varietas unggul yang selama ini juga banyak diandalkan petani di wilayah OKU.
Menurut Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., Kasi Humas Polres OKU, AKP Ibnu Holdon, kegiatan panen raya ini berjalan lancar dan tertib, berkat koordinasi lintas sektor dan sinergi antara aparat keamanan dan petani setempat.
Sementara Wakil Bupati OKU, Ir. H. Marjito Bachri, hadir mewakili Pemkab OKU dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas langkah konkret yang dilakukan Polres OKU dalam melakukan pembinaan terhadap petani jagung di lingkungan Tegal Arum, sebagai bagian dari program panen raya kwartal III. Meski wakil bupati hadir mewakili, kehadirannya menjadi simbol komitmen pemerintah daerah terhadap program ketahanan pangan di OKU.

” Terima kasih atas sinergi antara Kapolres dan seluruh jajaran dalam menjaga keamanan dan pengayoman masyarakat OKU, sekaligus mengambil peran aktif dalam ketahanan pangan yang telah dicanangkan oleh Presiden, karena keamanan dan ketahanan pangan adalah dua pilar yang tak dapat dipisahkan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat”,tegas Marjito Bachri.
Pada momen itu pula, Wabup Marjito Bachri meminta agar segera diwujudkan penambahan jaringan listrik dan pembangunan sumur dalam di kawasan pertanian jagung tersebut, guna persiapan menghadapi musim kemarau panjang, dimana kesiapan air menjadi faktor krusial agar petani tidak mengalami kesulitan dalam penyiraman tanaman jagung mereka.
Lebih jauh Wabup Marjito menekankan ke depan, dengan melihat potensi luasnya lahan jagung di OKU, pemerintah daerah segera memikirkan pembangunan industri pengolahan pakan ternak berbasis jagung lokal. Jika rantai hulu (produksi) dan hilir (pengolahan) bisa dibangun, maka nilai tambah bagi petani dan daerah bisa semakin besar.
Sejumlah pejabat Oku. kut mendampingi Wabup Marjito, nampak Asisten II,
Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM,
Kepala Dinas Perindag, Kepala Bagian Perekonomian, dan Camat Baturaja Timur serta Lurah Sepancar Lawang Kulon
Kehadiran mereka menunjukkan kolaborasi antar OPD dalam mendukung kelancaran panen raya di wilayah mereka.
Pola panen yang diterapkan di lokasi juga memadukan teknologi dan tradisi. Petani dibekali pendampingan teknis terkait pemeliharaan tanaman, pengendalian hama, dan teknik panen agar hasil maksimal. Varietas unggul seperti Biji 18 dan Pioner dipilih karena tingkat produktivitasnya yang terbukti tinggi di lahan lokal.
Secara nasional, Panen Raya Jagung Serentak tahun 2025 iitu melibatkan banyak kabupaten/kota di seluruh Indonesia, sebagai implementasi dari visi pemerintah pusat untuk mewujudkan swadaya pangan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Lebih dari itu, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, petani, dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan gerakan ini. (lihat data nasional: total luas panen jagung serentak mencapai ratusan ribu hektare)
Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal, produksi jagung dari panen ini juga memiliki potensi untuk diserap sebagai bahan baku industri pakan ternak ataupun dialokasikan ke pasar nasional, tergantung pada kebijakan penyerapan pemerintah pusat dan Bulog.
Di daerah OKU sendiri, kegiatan panen itu bukan yang pertama kali dihelat. Sebelumnya, Polres OKU telah menyelenggarakan Panen Raya Jagung Serentak tahap I di Desa Lubuk Baru, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, dengan luas lahan sekitar 5 hektare dan produktivitas mencapai 6–7 ton per hektare.
Panen serentak itu menunjukkan komitmen nyata bahwa pertanian bukan hanya urusan petani di lapangan, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama semua elemen bangsa. Sinergi antar lembaga, kesiapan infrastruktur, serta kehadiran pemimpin daerah seperti Wabup OKU menjadi faktor penentu suksesnya program tersebut.
Melalui acara ini, diharapkan para petani merasa lebih termotivasi dan mendapatkan kepercayaan bahwa hasil kerja keras mereka diakui dan dihargai oleh pemerintah. Dengan demikian, sektor pertanian jagung di OKU diharapkan makin maju, dan berkontribusi dalam menjaga kedaulatan pangan daerah dan nasional.
Panen Raya Jagung Serentak tahun 2025 di OKU menjadi momentum penting yang memadukan teknologi, kolaborasi, dan komitmen politik. Semoga langkah-langkah ini terus berlanjut, dan hasilnya bukan hanya sebatas jagung panen melimpah, tetapi juga muncul ekosistem pertanian berkelanjutan yang menguntungkan petani, daerah, dan bangsa.ROR/RLS/KDR
