Wakil Bupati OKU Ir. H. Marjito Bachri dan DPRD OKU Melakukan Koordinasi dan Konsolidasi Bersama Pemkot Bogor

Uncategorized267 Views

Baturaja. Radar Oku Raya.Com. Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan Ir. H. Marjito Bachri, bersama jajaran anggota DPRD OKU melakukan kunjungan kerja ke Balai Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada hari Jumat (3/10/2025).

Kegiatan itu merupakan bagian dari koordinasi dan konsolidasi kebijakan pemerintah daerah dalam pengelolaan BUMD. Rombongan diterima secara langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di Ruangan Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor.

Turut mendampingi Wakil Bupati OKU dalam kegiatan strategis ini adalah Wakil Ketua II DPRD OKU, Parwanto, S.H., M.H., serta beberapa anggota DPRD lainnya, antara lain Suharman, S.Kom., M.M., Andaran Simbolon, Tulus Johan Efendi, S.E., H. Azuzandri, S.H., Joni Awaludin, S.I.Kom, dan Awal Fajri, S.T.

Kunjungan itu menandai langkah sinergis antara eksekutif dan legislatif Kabupaten OKU dalam menyatukan visi untuk mendorong kemandirian ekonomi daerah melalui tata kelola BUMD yang profesional dan berdaya saing tinggi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati OKU, Ir. H. Marjito Bachri, menyampaikan pentingnya mempelajari model keberhasilan pengelolaan BUMD di daerah lain, termasuk Kota Bogor, yang telah dikenal memiliki beberapa BUMD unggulan dan inovatif.

“Kami datang untuk belajar dan berdiskusi. Pemerintah Kabupaten OKU bersama DPRD berkomitmen memperbaiki dan memperkuat tata kelola BUMD agar bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang sesungguhnya,” ujar Marjito Bachri.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keberhasilan sebuah BUMD bukan hanya ditentukan oleh faktor internal perusahaan, tetapi juga oleh dukungan kebijakan, regulasi, dan sinergi antara pemangku kepentingan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyambut baik kunjungan dari Pemkab OKU dan DPRD OKU. Ia menjelaskan berbagai langkah strategis yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor dalam membina dan memaksimalkan potensi BUMD sebagai penggerak pembangunan dan penyedia layanan publik.

“Kami merasa terhormat bisa berbagi pengalaman dengan Pemkab OKU. Pengelolaan BUMD tidak bisa dijalankan sendiri oleh direksi, tapi harus mendapat dukungan penuh dari kepala daerah dan DPRD. Di sinilah pentingnya sinergi,” jelas Jenal Mutaqin.

Diskusi berlangsung hangat dan produktif. Para anggota DPRD OKU aktif mengajukan pertanyaan serta mendalami model-model bisnis dan regulasi yang digunakan oleh BUMD Kota Bogor.

Wakil Ketua II DPRD OKU, Parwanto, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemkot Bogor dalam berbagi informasi. Ia menilai bahwa kunjungan itu sangat bermanfaat untuk mendukung peran DPRD dalam fungsi pengawasan dan penganggaran bagi penguatan BUMD OKU.

“Kita belajar banyak hari ini. Kita perlu memperbaiki mekanisme pembinaan, memperjelas indikator kinerja BUMD, dan tentu mendorong transparansi serta akuntabilitas dalam setiap lini usaha milik daerah,” ungkap Parwanto.

Salah satu anggota DPRD OKU, Suharman, S.Kom., M.M., menyoroti pentingnya digitalisasi dalam mendukung transformasi BUMD. Ia mengatakan, pengalaman Kota Bogor dalam membangun sistem digital yang terintegrasi layak ditiru dan diterapkan di OKU.

Kegiatan itu juga menjadi sarana pembelajaran lintas daerah yang efektif. OKU yang selama ini sedang giat membangun berbagai sektor, memandang pengelolaan BUMD sebagai instrumen penting untuk menopang pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Dengan adanya kunjungan itu diharapkan ke depan akan muncul model-model baru dalam pengembangan BUMD di Kabupaten OKU, baik dari sisi kelembagaan, pendanaan, maupun inovasi layanan.

Andaran Simbolon dalam sesi diskusi menambahkan bahwa orientasi BUMD tidak semata-mata pada keuntungan, tetapi juga harus berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan dan penciptaan lapangan kerja.

H. Azuzandri, S.H., menekankan pentingnya regulasi daerah yang responsif dan akomodatif terhadap dinamika bisnis dan kebutuhan masyarakat lokal, agar BUMD dapat bergerak lebih leluasa namun tetap dalam koridor pengawasan yang baik.

Sementara itu, Joni Awaludin, S.I.Kom, menyampaikan bahwa strategi komunikasi publik dari BUMD juga perlu diperhatikan, agar masyarakat tahu manfaat dan kontribusi BUMD dalam pembangunan.

Anggota DPRD lainnya, Awal Fajri, S.T., turut menyoroti perlunya peningkatan kapasitas SDM di tubuh BUMD agar mampu beradaptasi dengan tantangan era digital dan persaingan pasar yang semakin kompleks.

Kunjungan ini juga menciptakan peluang kolaborasi antara Pemkab OKU dan Pemkot Bogor dalam konteks pengembangan kapasitas aparatur, pertukaran pengetahuan, dan bahkan potensi kerja sama ekonomi antar daerah di masa depan.

Di akhir pertemuan, dilakukan pertukaran cenderamata sebagai simbol persahabatan dan komitmen bersama dalam membangun daerah yang lebih baik melalui BUMD yang kuat dan berdaya saing.

Rombongan dari OKU menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat Pemkot Bogor dan berharap silaturahmi ini bisa terus terjalin dalam bentuk kegiatan konkret lainnya.

Seiring dengan upaya reformasi birokrasi dan tata kelola keuangan daerah, BUMD menjadi instrumen strategis yang harus dikawal bersama. Pemerintah dan DPRD OKU pun siap bertransformasi demi menghadirkan BUMD yang mampu membawa manfaat riil bagi masyarakat..ROR/KDR/RLS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *