Antar Ibu Berobat Warga Bukit Gemuruh jadi Korban Begal

Uncategorized585 Views

Way Tuba,RadarOkuRaya.Com,- Pelaku tindak kejahatan memang tidak pernah melihat waktu, melainkan melihat kesempatan, terbukti walaupun saat ini sedang dalam bulan suci Ramadan, begal tetap beraksi, Jumat malam sabtu kemarin ( 13 / 3) ketika warga baru pulang dari sholat taraweh, ( pukul 20:15 ), Begal justru melaksanakan aksinya yang berupaya mengambil paksa sepeda motor milik Jumyati (30 Th) warga Bukit Gemuruh Kecamatan Way Tuba yang saat itu  sedang mengantar ibu nya berobat  ke KLINiK TRANS MEDIKA Kampung Bandarsari Way Tuba.

” Saat itu saya membonceng ibu saya yang sedang sakit untuk dibawa berobat ke klinik trans Medika di bandarsari, akan tetapi setibanya di tempat yang agak sepi antara Kampung Bukit gemuruh dan kampung Bandarsari sepeda motor saya dihadang dua orang tak dikenal, terkejut saya langsung berteriak, berteriak,seketika salah satu pelaku begal mengeluarkan senjata api (senpi), ke pada ibu saya (Sri 55 Tu red ) sembari memplintir pergelangan tanganya, melihat  hal itu  saya pasrah mereka mengambil motor  bersama dompet yang berisikan uang sekitar satu juta termasuk ATM dan KTP di dalam nya,” ujar Jumiati.

Untungnya lanjut Jumiati bahwa handphonenya tidak berada dalam dompet melainkan dia terus di dalam saku celananya sehingga ia bisa menelpon suaminya ya saya itu sudah menunggu di klinik Trans Medika Bandarsari.

” Hp saya ada di kantong celana jadi tidak ikut dibawa begal, lalu saya nelpon suami Tomo, saya yang saat itu menunggu di klinik, yang langsung melakukan penghadapan bersama warga di jalan yang pasti akan dilalui oleh kedua pembegal, akan tetapi usaha tersebut tetap gagal karena ketika melintas di tempat itu kedua begal yang juga membawa motor hasil rampasan mengeluarkan senjata api sehingga warga tidak berani melakukan penghadangan dan begal bisa lolos dengan membawa motor hasil curiannya,” ujar Jumyati.

Penyampaian Jumiati dibenarkan oleh, Tomo suaminya yang setelah menerima telpon  langsung bertindak,mengajak warga sekitar untuk menghadang pelaku begal sebagai upaya menggagalkan kan aksi pelaku

” Saya dan warga sempat menghadang pelaku di tengah jalan, dan benar saja selang beberapa menit dua orang pelaku melintas di dapan klinik, tapi upaya kami gagal karena saat kami hadang pelaku mengacung kan senjata api nya dengan mengendarai sepedah motor hasil rampasan nya,tidak mau mengambil resiko kami yang ada di situ membiarkan keduanya lolos sambil membawa HONDA BEAT merah dengan nomor polisi
BE 4635 WW milik kami,”ujar Tomo.

Namun  lanjut Tomo Iya dan beberapa warga tidak menyerah begitu saja melainkan mengejar kedua pelaku
setelah ciri ciri motor yang di bawa di kabur  itu jatuh tergusur oleh salah satu warga yang datang dari kampung way pisang.

‘ Sesampai nya di tempat  motor terjatuh. Ternyata benar itu motor milik saya dengan mencocok kan nomor polisi dan STNK,namun pelaku sudah melarikan diri, dan sepeda motor akhirnya dapat kami bawa pulang, ” ujar Tomo

Selain warga kampung bandarsari yang melakukan penyekatan di jalan, mengetahui adanya pelaku begal yang beraksi beberapa kampung dan juga ikut melakukan pencegahan termasuk warga kampung Way Pisang Kecamatan Way tuba, sebagai antisipasi kemungkinan begal akan melalui Kampung mereka atau bahkan melakukan hal yang sama namun hingga berita ini ditulis kedua begal belum berhasil terdeteksi oleh harga dan aparat kepolisian way tuba.

Atas kejadian tersebut Jumyati melalui suaminya melaporkan peristiwa pembegalan yang sempat dialaminya ke Polsek Way tuba. (ROR/Azmil Hadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *