H. Teddy Meilwansyah Menerima Audiensi SDM PPKH Terkait Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Stunting

radarokuraya.com, OKU – PJ Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah menerima audiensi Sumber Daya Manusia Pelaksana Program Keluarga Harapan (SDM PPKH) Kabupaten OKU terkait sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting, bertempat di Ruang Induk Rumah Dinas Bupati OKU.

Turut hadir Asisten I Setda OKU, Kadinsos, Kadinkes, Kadin PPKB, Kadin Kominfo, Sekdin PPPA, Pendamping PKH, Korcam pendamping desa di 13 kecamatan. (Senin, 27/06/2022)


Kordinator PKH Kabupaten OKU Heri Yansyah menyampaikan SSDM-PKH pendamping antara Korkab Supervisor dan Administrator pangkalan data merupakan pasukan garis terdepan dalam pengentasan kemiskinan. PKH merupakan program bantuan sosial utama dan mendukung banyak bidang prioritas pemerintah, salah satunya PKH berkontribusi dalam menurunkan angka gizi buruk dan stunting.


Untuk mempermudah pendampingan maka dibentuklah Kelompok KPM PKH sesuai dengan domisili KPM PKH yang beranggotakan 10-30 KPM per kelompok. Mengingat keluarga penerima manfaat dari PKH tidak hanya memiliki hak mendapat bantuan tunai tetapi juga memiliki hak dalam mendapatkan pendampingan peningkatan kemampuan keluarga yang sekaligus juga merupakan kewajiban bagi mereka.

Baca Juga  TIM POB Baturaja Raih Juara Umum Even Offroad Lampung


Untuk itu pendamping sosial PKH bertugas untuk memantau penerima manfaat ini dalam melaksanakan kewajibannya dan melaksanakan kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development Session (FDS) di wilayah pendampingan masing-masing setiap bulannya secara berkala dengan modul yang telah dirancang khusus oleh Kementerian Sosial RI bekerja sama dengan kementerian atau lembaga terkait.


Dinas sosial Kabupaten OKU melakukan kolaborasi dengan dinas kesehatan Kabupaten OKU, dilakukan dalam rangka intervensi pencegahan stunting bagi KPM PKH melalui kegiatan P2K2/ FDS modul kesehatan dan gizi. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi guna meningkatkan praktik positif untuk mendorong terjadinya perubahan perilaku kesehatan ibu-ibu penerima manfaat PKH dalam hal kesehatan dan gizi.


Setelah pelaksanaan kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan, terutama mengenai pentingnya 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK), kesehatan dan gizi ibu hamil, nifas dan menyusui, bayi dan balita, serta pola asuh pada KPM PKH.

Baca Juga  Wabup Yudha Hadiri Pengajian Akbar Dan Halal Bihalal Muslimat Dan Fatayat NU Desa Sukaraya


“PKH yang ada di Kabupaten OKU saat ini telah diimplementasikan sejak tahun 2014 lalu, dengan tenaga SDM 45 orang, terdiri dari 1 Kordinator, 2 Operator, 42 Pendamping Lapangan.
Program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin atau disebut Conditional Cash Transfers ini pada tahun 2022 dengan sasaran sebanyak 11. 305 KPM se-Kabupaten OKU,” ujar Heri Yansyah selaku kordinator PKH OKU.


Bupati OKU menyampaikan pendamping PKH harus serius dalam mendampingi KPM (Keluarga Penerima Manfaat) agar uang diperoleh dari PKH harus tepat sasaran dibelikan makanan bergizi, makanan bergizi tidak perlu yang mahal misalkan telur dan ikan sudah cukup memiliki nilai gizi yang baik.
Ibu menyusui yang mempunyai anak usia dibawah 6 bulan juga bisa menggunakan uang bantuan untuk membeli makanan bergizi agar ASI yang dikonsumsi bayi memiliki kandungan gizi yang baik.

Baca Juga  1 Muharram, Wabup Yudha ajak Menjadi pribadi yang Baik


Ia juga berharap agar kerja kolaborasi seperti ini dapat terus dilakukan sebagai salah satu upaya sinergi dan konvergensi dalam penanganan stunting di Kabupaten OKU khususnya bagi KPM PKH.
Semoga kedepan kolaborasi antara SDM PKH, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan ditingkatkan lagi sehingga bisa mencakup seluruh kecamatan sebagai upaya bersama dalam pencegahan stunting khususnya bagi KPM PKH.


Agar kegiatan kolaborasi P2K2 PKH ini bisa dijadikan salah satu kegiatan prioritas oleh Pemerintah Kabupaten OKU dalam pencegahan dan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten OKU, terutama bagi KPM PKH, “Kami berharap kegiatan kolaborasi ini bisa menjadi salah satu kegiatan prioritas dalam pencegahan stunting di Kabupaten OKU yang bisa menjangkau seluruh kelompok PKH,” Ujar Teddy Meilwansyah.


ROR (sumber Humas Pemkab OKU)